heran
bukankah memang harusnya begitu
seorang pelayan buatkan teh hangat
setrika pakaian
atau pijat badan yang pegal
lalu kenapa harus terpesona
dan anggapnya dewa
apa pelayan telah naik takhta
suruh majikannya jilati kaki
mengapa aku yang gaji tapi aku juga yang jilati kaki
apa roda telah berotasi
majikan layani pelayan
tapi kenapa kau yang tetap menggaji
padahal aku yang jadi keset
padahal aku yang jadi sofa empuknya
apa memang semua pelayan sudah nyolot
atau pelayan itu cuma istilah
bertingkah tak tahu diri
kepalaku di keseti
kenyang lalu mendengkur

0 komentar:
Posting Komentar