Kamis, 17 Oktober 2013

Kamis, 28 Maret 2013

abstrak

kau tahu cinta ?
ya akupun tahu.
kau mengerti cinta ?
itu yang belum ku mengerti.

cinta itu abstrak.
di sisi kanan cinta itu segitiga
di sisi lain cinta itu persegi.

karena pandangan selalu subjektif.
ya subjektif.
kau bisa umpamakannya
dengan berbagai hal.
kau bisa umpamakannya seperti bunga
bom atom
awan
api
angin
kicau burung
terserah
 
karena cinta memang subjektif
tak perlu mengerti
tak perlu berpendapat
cukup rasakannya
 
jika ketenangan yang kau dapat
itu lah cinta
jika kesenangan yang kau dapat
bukan berarti itu cinta

Rabu, 30 Januari 2013

Jumat, 25 Januari 2013

si meong

meong suaranya
jelas kau tahu apa namanya
yang pribumi di sebut kampung
yang impor ada anggora juga persia

orang pribumi selalu pandang rendah si kampung
tendang si kampung
ketika mengeong lapar
beda dengan si anggora atau persia
gemuk jelas tak kurang gizi
seminggu sekali ke salon atau dokter gigi

melihat itu ku tertawa
seperti cermin
memvisualkan hidup menurutku
hidup yang seringkali pilih kasih
padahal tuhan tak pernah pilih kasih

andai semua melihatnya sama
seperti adik bungsu ku
yang tetap tertawa girang bahagia melihat si meong
entah pribumi kampung 
atau anggora,persia

kawan kejar mimpiku

setia kau temani ku
hujan,panas
tak mampu bendung laju kita
bahkan banjir jakarta

tak bosan kau iringiku
berikan tumpangan di jok mu
kesana-kesini

bantu ku mengejar mimpi
mimpi yang tak jelas
nomaden
berpindah disini lalu kesitu

banyak jasa kau torehkan
walau baru singkat pertemuan kita
terima kasih ku 
untukmu kawan
bahkan di usia batasmu

Kamis, 24 Januari 2013

pelayan

heran
bukankah memang harusnya begitu
seorang pelayan buatkan teh hangat
setrika pakaian
atau pijat badan yang pegal
lalu kenapa harus terpesona
dan anggapnya dewa

apa pelayan telah naik takhta
suruh majikannya jilati kaki
mengapa aku yang gaji tapi aku juga yang jilati kaki
apa roda telah berotasi

majikan layani pelayan
tapi kenapa kau yang tetap menggaji
padahal aku yang jadi keset
padahal aku yang jadi sofa empuknya
apa memang semua pelayan sudah nyolot
atau pelayan itu cuma istilah

bertingkah tak tahu diri
kepalaku di keseti
kenyang lalu mendengkur

berbuat

andai koruptor seperti adikku
yang tak jago berbohong karena kantongi kembalian bayar listrik
andai koruptor tak seperti tikus
tentu ia tak korupsi dan bukan koruptor namanya
andai koruptor punya rasa puas
tentu tak tamak gerus uang orang
andai koruptor tahu mereka sama seperti pemerkosa
renggut harta wanita yang paling berharga
jelas ia tak kan korupsi.karena pasti ibunya wanita

kadang sangsi menghampiri
hidup itu imbang
ada hitam dan putih
ada kebajikan tentu ada kejahatan
seberapa banyak orang baik
banyak pula orang jahat

sekeras apapun kita memotong
akan tumbuh tunas-tunas baru
ah tapi memang hidup harus berusaha
walau kita tahu akhir ceritanya
walau kita tahu tak habis ilalang kita tebang

hidup tak pernah sia-sia
bahkan ketika besok kiamat
dan sebuah benih ada di genggaman
tanam benih itu

ikan di laut tak pernah menyesal di lahirkan 
walau akhirnya tersaji di meja makan
karena ia tahu
bisa datangkan manfaat untuk orang kelaparan

hidup terlalu singkat untuk sebuah penyesalan dan keluhan
berbuat untuk hidup 
dan hidup akan berbuat sebaliknya

panjat pinang

satu tradisi unik
hanya ada di sini
di tanah lahirku jelas

biasa ada di tanggal kemerdekaan
peringati perginya para penjajah
dan berkibarnya sang pusaka di tiang

"panjat pinang namanya"
 batang pinang yang di lumur oli
jika tak ada batang pinang bambu pun boleh
berkompetisi memanjat
meraih hadiah yang di gantung di ujung
ada mie instant,aneka sabun kaos kutang pun ada

berkelempok,saling menopang tubuh rekannya.
karena tak mudah memanjatnya.
licin.lumuran oli.
basahi kaos dan tubuh.
berusaha keras,raih hadiah
sekali terpeleset tak masalah lah
penonton berseru teriak gembira mendukung
ibu-ibu dengan gendongan menyelipkan anaknya
gerombol anak-anak kecil
bapak-bapak menghisap tembakau 
asyik sekali menonton

panjat pinang kini berbeda
tak melulu tanggal kemerdekaan
lebih sekedar hadiah kaos kutang
kini hadiahnya bangku
bangku yang bisa membawa ke show room mobil mewah
atau ke apartement real estate

panjat pinang ini jelas punya prestise tinggi
banyak bikin golongan
gelontorkan uang triliunan
ada si merah,kuning,hijau
semua berebutan
ambil hadiah teratas
saling sikut dengan lawan 
itu budayanya kawan

penonton tegang
harap-harap cemas
tak lagi lihat pertunjukan itu senang
was-was jelas tersirat
karena tangis bisa saja diciptakan
oleh para pemenang
pengambil bangku
duduk dan mengangkang

Rabu, 16 Januari 2013

berbeda

lalat tak sama dengan nyamuk
kuda jelas tak serupa dengan jerapah
cucu seorang pemimpin negara
jelas berbeda 
dengan cucu kuli panggul itu

beda memang kodrat
tak mungkin sama
ada laki-laki ada perempuan
ada langit ada bumi
ada siang pun malam.
semua beda

di pelajaran ppkn
jelas dijelaskan
hak dan kewajiban seseorang itu beda
entah kalimat itu beda karena apa
profesi
jabatan 
strata

cucu anak manusia itu
jadi sorotan karena sakit pencernaan
neneknya sang isteri pemimpin itu
mengantarnya dengan kawalan dan mobil mewah negara
pemburu berita antusias
menunggu dilobi rumah sakit

cucu anak manusia itu
kakek kuli cangkul
mendekap erat punggung kakeknya
panas anak itu sudah sangat
berkaos kutang bersendal jepit beda warna
tergesa ia bawa cucu satu-satunya
yang tak terukur untuk ia cintai.
di puskesmas wajah-wajah memandangnya
dengan tatapan-tatapan yang menghujam
seorang wanita muda menghampirinya
menyuruhnya menunggu
lama menunggu
ketika gilirannya tiba
di tanya dia soal ktp
kakek itu bingung
seumur tinggal di negeri ini
tak pernah ia punya ktp
karena daripada keluar uang untuk buat ktp lebih baik untuk makan
di suruhnya dia oleh dokter untuk kembali nanti
meminta surat keterangan ketua rt
kakek itu memelas air matu turun perlahan di wajah keriputnya
dokter itu tak menghiraukan
dan suruh perawat panggil pasien selanjutnya
kakek itu keluar
mengepal tangannya menahan sedih dan marah
cucunya menahan perih,dari luka bekas kena paku itu
meninggalkan karat di dalamnya.
kakek itu berlari menuju rumah rt
namun tak ada wujud yang tampak itu
tanya sebelah
pak rt sedang nongkrong depan mushola
maen catur sambil ngopi ngerokok
langsung tanpa basa-basi 
kakek itu minta surat keterangan
pak rt memandang rendah
ia kenal kakek ini adalah warganya
ia sangat paham juga kalau kaken ini jelas tak berduit
"maaf pak saya lagi sibuk.besok saja kemarinya "
" tapi pak bapak kan hanya main catur,saya sangat minta tolong pak "
wajah kakek itu memelas bercampur letih
"saya bilang sibuk ya sibuk"jawab pak rt itu
akhirnya kakek itu mengalah
kembali ke istana reotnya
tak jadi obati cucunya
di kompresnya kening cucunya yang meringis menahan sakit
tak lupa ia basuh dengan handuk hangat luka bekas paku di telapak kakinya
coba membersihkan
hidup begitu dingin untuk orang seperti kami
dan begitu hangat untuk orang yang berduit
pukul 5 lewat menjemput maghrib
tubuh cucu kakek itu telah dingin
di jemput pergi meninggalkan hidup yang dingin ini.

obat

menjelang subuh hari
sepi di sudut kamar ini
hujan di januari
buat orang terlelap dalam mimpi
lari sejenak
dari nyata yang tak ingin
wacana tarif listrik yang akan naik
korupsi yang terus tumbuh
hakim yang anggap pemerkosa dan yang di perkosa sama nikmatnya
pengangkatan menteri yang tak sesuai bidangnya
pemimpin negeri yang memimpin seenaknya
hidup macam apa ini
memang
dapat tidur dan terlelap
adalah obat bagi yang hidup disini

Selasa, 15 Januari 2013

hujan dan jakarta

gelayut mendung hitam di langit
menandakan air akan terjun bebas
entah berapa kubik
 wajah-wajah cemas menatap ke langit
ibu rumah tangga yang siap angkat jemuran
pemuda di halte dengan map coklat di dada
tukang ojek di pangkalan
bos besar di kantoran
katanya hujan berkah
namun kenapa banyak yang resah
hanya anak-anak kecil itu yang memandang mendung ceria
hujan turun 
anak-anak kecil itu teriak
berterima kasih kepada tuhan yang menurunkan hujan
tangan mereka memegang payung sewaan dari tetangga
ibu rumah tangga 
evakuasi jemuran
jemurannya yang tak kering seutuhnya
dan berharap genangan air tak masuk kerumahnya
pemuda di halte
mendekap erat map coklat di dada
meringsek masuk di belakang jubelan orang yang berteduh
tak mau ia berada di depan naungan halte
karena ciprat air hujan dari mobil bmw mewah
bisa buat kotor kemeja putihnya
bekas punya warisan kakaknya
tukang ojek tak kalah resah
di pakai mentel hujan
 yang siap selalu di bawah jok motor kredit kesayangannya
semoga jangan lagi dapet sewa penumpang
yang lewati genangan sedengkul seperti kemarin
yang membuat mati motornya
doanya
bos besar itu
bayangkan macet yang parah
males melihat kotor mobilnya yang mewah
padahal baru saja kemarin sore ia cuci
tentu bukan dengan tangan dia
tapi dengan tangan kuli-kuli cuci mobil
air tak henti tercurah
genangan air kian menumpuk
tak mengalir ke got dan lanjut ke sungai
sedang sungai pun tak mampu lagi menampung debit air kiriman 
banjir kembali
mengungsi kembali
begitulah tahun berganti
namun tetap saja terjadi
bahkan walu berkali-kali gubernur di ganti
beginilah ibu kota negaraku
yang tak pernah akur dengan berkah
 yang tak pernah akur dengan hujan

gelar negeriku

negeriku
negeri cahaya
pendar cahaya yang tak rata
padat laron besesak di cahaya yang terang
mengerubungi
terbang memutari
dan yang kuat tetap terbang
sebagian besar jatuh ke ubin yang dingin
ketika sayapnya mulai lemah dan terlepas,
sedang para laron tua 
tetap di tempat yang tak terang
redup dan hening
menikmati sisa umurnya.

negeriku
negeri angin
terbawa kesana-kesini
berbondong ke timur jika ada hiburan
ramai bersorak jika ada yang memalukan
mudah terhasutkan
dan tak punya pendirian

negeriku
negeri kurcaci
tak kerdil fisik orangnya
namun terlalu sangat kerdil otaknya
mengejar selalu sesaatnya harta
melupakan amal tabungan akhirat

negeriku 
negeri dongeng
subur
makmur
kaya
melimpah budaya
indah
bagai patahan tanah surga
yang jatuh ke dunia
tapi itu dulu
dulu sekali
dan sekarang hanya dongeng
dongeng penghibur ketika akan tidur
untuk sesaat lupakan sesak himpitan
dalam harapan
yang tak terwujudkan.

tumbal

jadi kaya itu gampang.
segampang mencekik balita.
dapatkan jabatan itu mudah.
tinggal balik saja tangan dan 
bara akan jatuh berserakan.

percaya atau tidak kau harus percaya.
bisa kau garuk uang mereka,
dan mereka hanya garuk kepala.
bingung bagaimana perut akan di isi.
kaupun mudah jadi kaya.

atau kuberi jalan lain.
tren kini jadi seorang inportir.
kau bisa ambil murah barang dari cina.
kau bisa jual murah di tanah ini dengan untung yang meneteskan liur.
baju,celana,beras,cabe atau mungkin tempe mendoan kelak.
dan para pribumi kecil pun harus pasrah menahan marah,k
ketika kau mendapat untung dan mereka tertebas buntung.

sungguh sangat mudah mendapatkan jabatan,
ku beri tahu caranya.
"ssssstttt tapi ini agak mistis",ucap ku berbisik
jangan kau bicara ke yang lain.
ku dapat cara ini dari buku lecek kuning di makan usia,
ku temukan di kuburan kuda,
jalur daki gunug ciremai.
satu cara kau inginkan jabatan yaitu dengan tumbal.
kau mau tau benar kawan ?
tapi aku tak mau tanggung dosa jika kau melakukannya.

tumbal itu tangis kehausan bocah kecil.
tawa kelaparan kakek bertulang menonjol.
harapan hancur para pengangguran.
keringat petani yang tak layak terganti.
biar si miskin mati tak berarti.

itu baru sedikit kawan.
masih banyak tumbal lainnya.
terlalu penjang ku menjelaskannya.
dan sampai subuh nanti kita bicara berbusa.
yang jelas kawan jika kau sekali saja sudah melaksanakan tumbal-tumbal itu.
kau akan paham dan mengerti.
tumbal apa selanjutnya yang harus terjadi.

Jumat, 11 Januari 2013

aku mencinta

aku mencinta tak seperti seorang hamba kepada tuhannya,
menunduk hingga kening menyentuh bumi,
tenggelam dalam doa yang panjang,
terhempas ombak air mata kesadaran 
yang membawanya ke pantai penyesalan penuh dosa.
khusyuk,
tak peduli suara jangkrik melantunkan lagu malam,..
aku mencinta tak seperti seorang umat terhadap nabinya,
mengorbankan tubuhnya untuk menyambut batu yang merajam
,batu yang terlontar dari tangan-tangan kaum yang ingkar.
terhadap ajaran nabinya.

aku mencinta tak seperti ibu kepada anaknya
yang menghapus air mata dari pualam pipinya
"layanganku putus ibu,dan terbang jauh meninggalkanku"
berkata sang ibu sambil tersenyum
"kalau begitu mari anakku kita buat layangan yang lebih bagus dari punyamu sebelumnya,
dan layangan itu akan membawa mimpimu terbang tinggi bersamanya"
seketika anak itu tersenyum.
senyum bersinar yang murni .
yang tidak di miliki selain anak kecil.


teduh kampungku

cerah langit biru.
di iringi angin yang berhembus tak jelas.
semilir dan berubah kencang.
di bawah pohon jambu biji.
didepan persis kuburan cina.
teduh kurasa.
dedaunan cukup kompak menahan terik cahaya,menyilaukan.
di temani dinginya es yang sesekali ku seruput.
dengan ujung rokok yang terbakar di sela jari.
ku terdiam merangkai kata.
kata demi kata.
suara ayam,beberapa pasang burung dara dan siulan angin begitu damai ku dengar.
membentuk symphony,indah.
composer alam memang luar biasa.
hari ini ku habiskan siang di kampungku.
yang terpinggirkan dari kota.
dan semoga tidak tergusur oleh budaya.

adil itu ?

adil itu apa sih?
sama memberi uang jajan seribu rupiah ke anak kecil umur tujuh tahun dan remaja umur 17 tahun !?
adil itu apa sih ?
memberi hukuman dengan porsi banyak kepada maling jemuran daripa pengibiri duit anggaran !?
adil itu beda pidana antar seorang anak pejabat dan anak tukang cat !?
sering kudengar manusia bicara keadilan .
pahamkah apa yang mereka katakan ?
jika paham tolong jelaskan.
karena yang kutahu,
keadilan itu hanya deret alphabet tersusun dengan delapan huruf.

generasiku

kawanku.
ku ingin bercerita.
tentang generasiku yang membuatku tak bangga didalamnya.
kawanku.
sekitar sepuluh tahun kebelakang satu generasi mampu menggulingkan sebuah rezim.
mereka turun ke jalan.
berpeluh keringat debu.
memperjuangkan tuntutan.
hingga gedung rakyat itu di duduki.
kawanku.
generasi sebelumnya juga tak kalah hebatnya.
tahun enam puluhan .
menahan gerakan komunis dan mematikannya.
kawanku.
sebelum berkibar bendera negeri kita di ujung tiang-tiang.
bambu runcing selalu di pegang.
tak gentar menghunusnya walau senapan lawan mainnya.
tak takut nyawa akan terenggut.
perjuangan demi satu kata "merdeka"
sedangkan generasi ku kawan.
ah malu ku bercerita kawan.
sungguh teramat malu.
teman-temanku semua terlalu sibuk kawan.
sibuk akan asmara,harta,dan budaya.
egoiskah mereka atau manusiawikah.
atau mungkin aku yang terlalu munafik.
tak banyak pejuang kawanku.
tak banyak yang peduli kawanku.
tak banyak yang merasakannya kawanku.
pejuang-pejuang penuntut keadilan.
kepedulian kepada anak kecil yang kelaparan.
tak banyak yang merasakan tangis haus bayi-bayi mereka.
kawanku.
janganlah seperti generasiku.
jadilah generasi sebelum generasiku.
semangat membara yang tak padam bagai nyala kompor minyak.
keras bagai perisai para kesatria.
tajam bagai pedang yang dibuat dengan hati oleh ahli.
dan lembut bagai tetes air dari langit-langit gua.

jaksa

ingin ku bungkam mulut mereka.
bisu dan tak lagi berkata.
kubenamkan wajah mereka dalam.
dan terkubur malu.
kalian memang selalu melihatku rendah.
menjatuhkan dengan lidah.
saat ini memang ku bukan siapa.
kusadar aku memang kecil di muka semesta.
tapi ku bisa berbuat.
untuk kalian sadari bahwa seongok tubuh ini pun bernilai.
bukan ku ingin di puji dan di banggakan.
apalagi melempar dendam.
ku hanya ingin memberi pesan.
jangan pernah menjadi jaksa.
seperti orang yang paling benar.
 dan memvonis orang mati.

Kamis, 10 Januari 2013

pernahkah kau tahu ?

kasihku.
apa kau tak tahu atau berpura tak tahu ?
atau tak peduli untuk tahu !!
waktu terlewati cukup lama kita arungi.
walau pun ku jarang bersua atau pun bertatap muka.
memang sesekali ku ungkap rasa dengan kata canggung yang begitu bodoh.
yang membuatku tertawa dan malu pernah berkata.
hingga ingin ku benamkan wajahku di tanah basah pekuburan.
cintaku.
kukira hatiku mampu berkomunikasi dengan hatimu.
bercengkarama,bercanda dan tertawa.
dan betapa bodohnnya aku untuk sadar kalau ini bukan jaman kakekku.
ini jaman tekhnologi.
bukan lagi jamannya menyimpan perasaan dalam tulisan.
 atau menyapa dengan hati.
ini aku seorang bodoh yang terlambat untuk menyesal.
tapi memang menyesal selalu terlambat bukan?
manisku.
pernah ku dengar seorang guru agama bicara.
setelah hidup akan ada hidup yang lain.
ada hidup yang baik penuh kenikmatan.
dan ada hidup yang buruk penuh penyiksaan.
hidup itu abadi.
tak berakhir seperti hidup kita saat ini.
mungkinkah di hidup yang lain itu kita hidup bersama?
membina kerajaan kita.
duduk di taman hijau dengan kolam susu di tengah yang mengalir lembut.
di sisinya beberapa burung minum di selingi kicaunya.
melihat bahagia anak-anak kita berlarian,berguling dan tertawa.
dan kita tersenyum melihat tingkah gemas mereka dari pinggir taman.
kurangkul bahumu dan kau sandar manja kepalamu di bahuku.
ah,terlalu jauh ku berkhayal.
seakan di hidup abadi yang kudapat bukan siksaan.
sayangku.
ku selipkan doa di setiap hembus nafasku.
ku tak kan lupa wajahmu seperti jantung yang tak lupa ku pompakan.
kasihku mungkin kau tak pernah tahu.dan ku takkan memberi tahu.
dan biar semua berlalu seperti kapal nelayan yang pergi meninggalkan dermaga dan sejuta cinta.

soe hok gie nan melankolis

dua tahun,bukan waktu yang sedikit jika di ubah dalam hitung detik.
dua sayat luka memang butuh waktu untuk tersembuhkan.
satu jurang yang sama bukan berarti mudah untuk kembali mendaki,dan berdiri.
angin malam berbisik mencelaku "bodoh".
dengung kipas seakan mencomoohku "payah".
de javu.
ku pahami dan mengerti kini.
mengapa seorang soe hok gie bisa menjadi melankolis di sisi kerasnya ..
dapat kuselami.
kata-kata kahlil gibran yang dalam dan pedih penuh kehampaan.
ku tahu semua berawal dari tiada dan akan kembali tiada.
tapi ku mau kau tetap ada.walau kau tak pernah inginkanku ada.
ehmm,ku tahu hidup tak selalu seperti yang ku mau,
tak jadi seperti mimpi yang dirancang dan terbangun.
"berbahagialah" walau aku tak yakin bahagia mengatakan itu.

Text Widget

Copyright © negeri khayalku tak sepahit negeri kasihku | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com