Jumat, 11 Januari 2013

generasiku

kawanku.
ku ingin bercerita.
tentang generasiku yang membuatku tak bangga didalamnya.
kawanku.
sekitar sepuluh tahun kebelakang satu generasi mampu menggulingkan sebuah rezim.
mereka turun ke jalan.
berpeluh keringat debu.
memperjuangkan tuntutan.
hingga gedung rakyat itu di duduki.
kawanku.
generasi sebelumnya juga tak kalah hebatnya.
tahun enam puluhan .
menahan gerakan komunis dan mematikannya.
kawanku.
sebelum berkibar bendera negeri kita di ujung tiang-tiang.
bambu runcing selalu di pegang.
tak gentar menghunusnya walau senapan lawan mainnya.
tak takut nyawa akan terenggut.
perjuangan demi satu kata "merdeka"
sedangkan generasi ku kawan.
ah malu ku bercerita kawan.
sungguh teramat malu.
teman-temanku semua terlalu sibuk kawan.
sibuk akan asmara,harta,dan budaya.
egoiskah mereka atau manusiawikah.
atau mungkin aku yang terlalu munafik.
tak banyak pejuang kawanku.
tak banyak yang peduli kawanku.
tak banyak yang merasakannya kawanku.
pejuang-pejuang penuntut keadilan.
kepedulian kepada anak kecil yang kelaparan.
tak banyak yang merasakan tangis haus bayi-bayi mereka.
kawanku.
janganlah seperti generasiku.
jadilah generasi sebelum generasiku.
semangat membara yang tak padam bagai nyala kompor minyak.
keras bagai perisai para kesatria.
tajam bagai pedang yang dibuat dengan hati oleh ahli.
dan lembut bagai tetes air dari langit-langit gua.

0 komentar:

Posting Komentar

Text Widget

Copyright © negeri khayalku tak sepahit negeri kasihku | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com