Tiap orang punya jalannya sendiri.
Karena pada dasarnya manusia tercipta berbeda satu dan lainnya.
Tujuan dunia ini pun berbeda walau pada akhirnya kita akan sampai pada satu titik yang sama, yaitu kematian. Akan tiba saat dimana kita merasa tersesat dan lelah menggapai apa yang kita tuju.
Hingga rasa ingin menyerah dan pasrah pun mengambang ke permukaan.
Membuat lupa perjuangan yang selama ini susah payah dan berpeluh kita lewati.
Kuatkan hati, percaya, dan sabar.
Bayangkan pencapainnya.
Ingat kan kembali perjuangannya.
Kamis, 26 Maret 2015
Rabu, 04 Februari 2015
Jam karet
"Waktu adalah uang"
Jika kata itu bukanlah sekedar kata
Tentu waktu tak berlalu percuma
Jika kita sadar waktu tak dapat dibeli
Jam karet istilah yang membudidaya
Tumbuh subur dan lestari
Jam 19.30 dijadwal agenda pertemuan
Jam 20.00 peserta baru mulai berdatang
Termasuk sang pimpinan
Jam karet bukan jam berbahan dasar karet
Jam karet adalah waktu baku yang dapat melar seperti karet
Oh jam karet..
Terkutuk manusia yang membuat manusia lain menunggu
Senin, 02 Februari 2015
Bicara mimpi
Percaya pada mimpi
Bagai percaya adanya angin
Kasat mata
Tapi itu nyata
Berusaha akan mimpi
Itu sesulit dipikir
Namun tahu lah
Pikiran penjegal paling hebat untuk melangkah
Tiap manusia punya mimpi
Sayang sedikit yang bangun dari lelapnya
Pasrah untuk tak tergapai
Atau enggan untuk berpeluh
Karena mimpi hanya tinggal khayal
Kala usaha tak cukup beriring doa
Karena mewujud mimpi
Butuh pengorbanan
Lelah, tangis, jatuh, kecewa
Hanya siklus musim
Yang harus dihadapi
Hingga musim semi merekah
Merangkul dalam rebah
Hijau rerumput menari
Sabtu, 24 Januari 2015
Bandar
Ini negeri drama
Penuh adegan menguras hati
Membuat penghuninya merasa pintar padahal sedang di bodohi.
Yang membodohi merasa pintar padahal sesungguhnya ia pun sedang dibodohi.
Pintar dan dibodohi bertingkat di sini.
Jadi berhati-hatilah ketika anda menginjak tanah ini, dan merasa pintar curigalah bahwa anda sedang dibodohi.
Jumat, 23 Januari 2015
KaPeKa
Bagai di tengah gersang gurun keadilan
Oase itu hadir bagai pahlawan
Menyikut si perut gendut
Menempeleng si muka alim
Mengait si keturunan priyayi
Larut banyak pasang mata dalam euforia bahagia
Bersorak..
Berteriak..
Melompat-lompat..
Dan dahaga ini pun terobati
Oase itu bak tuhan
Padahal itu hanya kiriman tuhan
Yang tuhan berikan atas dasar cintanya
Oh oase di padang gersang
Yang membiaskan buruk masa lalu atau masa kini pengelolanya
Karena oase itu adalah tuhan
Dan pengelolanya adalah wakil tuhan.
Selasa, 20 Januari 2015
Harapan baru
Tak sabar ku hadapi hari baru
Untuk memandang harapan baru
Walau harapan itu tak pasti
Tapi bukannya dalam hidup tak ada yang pasti kecuali ketidak pastan itu sendiri.
Jadi biar harapan ini tak pasti.
Biar walau hanya sejenak
Setidaknya semangat ini tetap bersemi
Hingga pada saatnya mungkin akan gugur
Dan mencari harapan baru kembali.
Senin, 19 Januari 2015
Bodoh
Pun seribu kali kau buat kecewa
Acuh tak peduli atas diriku
Melukis perih hati ini
Tak satu benih benci pun tumbuh
Si bodoh yang teramat bodoh
Yang tak henti berharap
Yang selalu peduli
Yang selalu mendoa
Yang selalu mencinta
Dan biar kebodohan ini kehormatan untukku
Berharap benci tumbuh
Dan mematikan cinta
